9.11.2018

Memilih Waktu

Salah satu waktu terbaik yang bisa dipilih untuk menyampaikan hal yang cukup penting kepada anak adalah dalam perjalanan yang menyenangkan.
Alhamdulillah kemarin kami berkesempatan untuk mengajak anak-anak mencicipi pengalaman baru di kota Medan. Dalam suasana hati yang bersemangat dan riang karena liburan, lebih mudah melakukan persuasi kepada anak.
Dalam perjalanan saya kembali mengingatkan Fayyadh pada rencana khitannya. Menanyakan kembali kesiapan mental Fayyadh terkait hal ini. Ini bukan diskusi pertama tentu saja, jauh sebelumnya kami telah menjelaskan bagaimana dan kenapa dia harus khitan. Namun Fayyadh masih takut dan belum mau menyusun rencana. Kami berupaya untuk empati dan menerima perasaan takutnya karena bagaimanapun kami tidak bisa mengatakan bahwa disunat itu sama sekali tidak sakit. Yang kami lakukan adalah memberi pengertian dan memotivasi agar Fayyadh siap. Kami menawarkan pilihan untuk khitan pada liburan semester pertama. Fayyadh belum benar-benar setuju,namun nampak jelas bahwa dia mulai mempertimbangkan pilihan waktu tersebut. InsyaAllah masih akan ada diskusi berikutnya, dan semoga saat itu tiba, ilmu komunikasi kami sebagai orang tua, lebih mumpuni dari saat ini.

#harike3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


9.08.2018

Komunikasi dengan suami

Ada sebuah ungkapan di Jawa yang berbunyi 'angon mongso', artinya memilih waktu yang tepat untuk menyampaikan sesuatu, baik berupa permintaan maupun penyampaian hal-hal yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Sebagai seorang istri, dituntut untuk peka dan mengetahui kapan sebaiknya membicarakan hal-hal yang serius atau sensitif. Bagi saya pribadi,karena kami masih menjalani LDR hingga saat ini, sedapat mungkin pembicaraan serius dilakukan secara langsung ketika suami pulang di akhir pekan. Namun tentu saja saya harus berhati-hati memilih waktu diskusi. Setelah memastikan segala kebutuhan suami terpenuhi, setelah memastikan lelahnya menempuh perjalanan berangsur mereda dan anak-anak terobati kerinduan pada ayahnya, dari sanalah saya akan mulai mencari celah waktu yang tepat. Karena saya ingin memastikan pesan saya diterima dalam kondisi hati,fisik dan pikiran yang jernih sehingga menghasilkan respon yang baik.
Hal penting lain adalah mengatur intonasi suara sehingga suami berkenan mendengarkan. Menghindari intonasi tinggi dan berusaha menyampaikan informasi secara ringkas dan lugas. Keep information short and simple (KISS) ini dilakukan agar sesuai dengan cara kerja otak laki-laki yang lebih mudah menerima informasi singkat dan mengena.

#day2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

9.06.2018

Semangat Belajar Berkomunikasi

Menjalani peran domestik sekaligus mengambil peran di ranah publik memiliki beberapa implikasi. Salah satunya, harus tetap berusaha menjaga emosi,intonasi dan menunjukkan empati ketika membersamai anak-anak sepulang bekerja.

Tidak selalu mudah tentu saja, namun harus selalu diupayakan seoptimal mungkin. Pekerjaan  tidak melulu lancar, jam pulang kadang melebihi jadwal, rekan kerja dan atasan juga tidak selalu menyenangkan. Tetapi apapun yang terjadi di luar rumah,tidak boleh mengurangi kualitas komunikasi dengan anak-anak maupun pasangan di rumah.

Meskipun lelah, anak-anak tetap harus disapa dengan ramah. Meskipun terjadi hal tidak menyenangkan di kantor, anak-anak tidak boleh menerima amarah tersembunyi dari ketusnya kata-kata atau intonasi yang meninggi. Meskipun sangat menginginkan segera melepas penat dan beristirahat, namun itu tidak bisa menjadi alasan pembenaran untuk tergesa dan menolak mendengarkan perasaan dan cerita mereka.

Sampai saat ini,saya masih terus dan senantiasa belajar. Salah satu ikhtiar saya adalah dengan mengikuti kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional. Saya berharap dengan tambahan ilmu dan semangat dari teman-teman, saya dapat meningkatkan kapasitas diri sebagai seorang ibu terutama dalam aspek komunikasi.

Semangat belajar, Bunda!

#day1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional