Lafadz takbiratul ihramnya di musalla kantor sore ini, mengingatkan pada sepotong petang yang akan tetap terkenang. Selepas maghrib di hari ...
Sepotong siang
Terik. Peluh berbintik. Ah,aku tak peduli. Bukankah dari dulu begini. Orang kaya berkendara jauh...
Labels:
bunda
Subscribe to:
Posts (Atom)
