5.03.2012

Libur gak sih nih?


Bunda:  "Ayah, Ayah. 17-18 Mei pulang ya."
Ayah: " Eh kok pulang?" (kaget, gak perhatiin kalender)
Bunda: "Kan cuti bersama." (pede)
Ayah: "Oh ya? Ayah itung-itung dulu ya."
Bunda: "Iya." (seneng)

Beberaapa saat kemudian.
Bunda: "Eh, Yah. Emang tanggal 17 Mei libur ya?" (gak pede, asli nanya)
Ayah: "Lah katanya cuti bersama????"
Bunda: "Iya sih. Mastiin aja, haha"
Ayah: (facepalm)

5.01.2012

bunda pulang, sayang..


kemarin, bertepatan dengan batas akhir penyampaian SPT Tahunan Badan, kantor saya memundurkan jam pulang menjadi pukul 19.00 waktu setempat.
dan sebagai pekerja negara bagian pelayanan, tentu saja saya wajib patuh pada aturan yang tidak menyenangkan tersebut.

Terbayang melewatkan maghrib tanpa bocah pengertian itu,
terbayang si bocah akan menangis karena lapar dan ngantuk sekaligus, mengingat jam tujuh adalah jamnya berangkat tidur malam.
terbayang mbak ari akan kesusahan menenangkan si bocah ganteng..

memantapkan hati untuk tetap ketak ketik ngitung jumlah penerimaan SPT Tahunan kantor kami,
memantapkan diri untuk tetap fokus hingga tidak ada kesalahan yang pada akhirnya justru akan membuat saya terpaksa mengulang dan pulang lebih larut.
Harus segera selesai, demikian tekad saya.

ketika akhirnya jam pulang tiba, dan tinggal melaporkan hitungan via email (yang akhirnya saya pasrahkan pada rekan) dengan kerinduan saya pulang.

si bocah ganteng setia menunggu di teras..
mata gemintangnya membulat melihat saya
kemudian lengannya terentang sempurna.

Bunda pulang, sayang..

curhat


Episode istri galau curhat menye menye ke suami

istri : Yaaaah..kerjaan kantor sama kerjaan rumah mulai gak beres semua nii..bla bla bla panjaaaaaaaaaang dan laaamaa
suami : gak usah grasa grusu
yang penting sholatnya ya bun
dan coba ditambah tilawahnya.

nyeeees..


Rabbi, semoga kami bisa terus saling mengingatkan,
dalam menapaki kebenaran dan menetapi kesabaran.