Ada waktu waktu ketika aku merindukanmu
Lalu aku penuhi setiap lembar yg kumiliki, dengan larik larik puisi
Rinduku, semakin kentara karenanya
Ada saat dimana aku merindukanmu
Kemudian kutenggelamkan diri diantara deretan kata
Rindu itu, menyamudera
Pada akhirnya setiap kali detik itu tiba
Ketika sesuatu bernama rindu mendatangiku,
Dalam kata, suara, suasana, kenangan, ingatan, bayangan
aku menyerah
lalu telapak tanganku tengadah
Kuucap namamu dalam rapal doa
Semoga kamu senantiasa dalam penjagaan, dan jalan kebaikan.
1.09.2018
dalam doa
11.16.2017
cukup
aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.
-Sapardi Djoko Damono-
Dalam Doaku,1989
Aku mencintaimu,karena aku pernah menari hanya karena selarik sapa
atau tersipu dengan selusin kupu-kupu di perutku,
waktu itu.
Aku mencintaimu, karena Dia memerintahkan itu
meski perutku tak lagi berisi, kakiku kaku.
Aku mencintaimu, dan harusnya itu menjadi sebab aku takkan pernah selesai mendokan keselamatanmu.
Saat ini,
Waktu itu,
esok lusa,
sepanjang usia.
bukan tentang siapa mencintai siapa yang bagaimana,
tetapi cinta sebenar-benarnya,
Dia.
