Showing posts with label bunda. Show all posts
Showing posts with label bunda. Show all posts
5.19.2016

dunia di bawah hidungku

mungkin karena aku terlalu sering menunduk,
dan memandang dunia dari layar mungil di bawah hidungku.
dunia yang bernama maya, yang sering membuatku terpesona.

bagaimana tidak?
kebanyakan isinya adalah indah-indah, dan mudah.
sebagian besar yang kusaksikan adalah deret rupa pesona dunia hingga membuatku terlena.
lalu tak sadar terlintas sesal, kadang iri, juga tak jarang keinginan turut berkompetisi.

Menguap syukur yang pada dasarnya tak seberapa,
seolah segala nikmat yang tak dapat diberitakan pada dunia sama dengan tidak ada.

Senja kali ini,
ketika tak ada pilihan bagiku kecuali menyapukan pandang,
kuangkat wajah,
lalu kutemukan deretan rumah papan sederhana, kebun, sawah, sekaligus peluh petaninya,
ternak kurus yang merumput tanpa penjaga, sebuah sekolah di pinggir jalan tanpa fasilitas layak,
juga tawa lepas anak-anak yg bermain lumpur dan tanah liat.

Aku terhenyak
Itulah dunia sesungguhnya.
Dunia dalam pandangan  mata, bukan maya.
Dunia yang menyuguhkan beragam cerita, termasuk duka.

Atas nama kemanusiaan, juga nurani, sungguh malu hati.
Sebab duka itu tak seharusnya dimiliki sendiri.

Betapa telah lama aku tertipu.
aku tertipu,oleh dunia di bawah hidungku

7.22.2014

On Budget


Apa pertimbangan teman-teman ketika memutuskan untuk membeli tas?

Kalau saya, yang pertama adalah tas itu harus mampu memanjakan mata saya.
Pokoknya harus cantik! (versi saya tentunya, disesuaikan dengan selera pribadi yang asli). Cantik disini bisa karena warnanya, motif uniknya, model elegannya atau kombinasi ketiganya.

Barulah jika mata berbinar menginginkan, saya mulai membayangkan bisa dipake kemana saja dan kapan saja tas tersebut. Saya lebih suka 1 tas multifungsi yang bisa diabuse kesana kemari tiap hari, daripada tiap kesempatan gonta ganti.
Alasan pertama karena ribet memindahkan bawaan didalamnya.
Yang kedua, karena nanti bisa dipelototin suami kalo bolak balik beli.
Hahahaha

Selanjutnya, tentu saja harus memperhatikan kemampuan. Ihik.
Apakah pundi-pundi celengan saya cukup untuk menebusnya. Nah bagian inilah yang paling tricky.
Kadang, saya merasa amat sayang untuk meninggalkan sebuah pilihan ketika telah terlanjur jatuh cinta. Rasanya belum afdhol jika belum mencoba segala cara (termasuk merayu pak suami) untuk mendukung secara finansial upaya saya mendapatkan tas idaman.
Meski tatap tidak setuju pak suami tetap ampuh membuat saya patuh menjauh, namun rasanya belum lega jika belum mencoba sejauh saya bisa. Hahahaha
Di poin budget inilah biasanya saya kalah.


here




Sepertinya saya harus berputar haluan.
Pencarian dimulai dengan patokan anggaran yang telah disediakan. Sehingga perburuan tas ini berlangsung lebih aman bagi saldo tabungan.
Membatasi pilihan mata pada tas yang harganya sesuai dengan budget yang direncanakan. Memilih yang tercantik diantaranya, kemudian bersyukur atas kemurahan rizki dariNya.

Jadi pak suami, berapa karung duit untuk beli tas bunda niiiiiiiiiiiiiih?




7.15.2014

Meskipun hanya satu kebaikan

Seringkali saya mendapati diri merugi.
Pekerjaan tetap menumpuk, to do list semakin panjang, beberapa hal terlewat diingat atau dilakukan, padahal Allah tidak mengurangi jatah 24 jam saya.

Saya yang terlena.
Berlama-lama melakukan hal yang saya suka, permisif pada keinginan diri untuk menunda, merasa berhak untuk mengambil jeda walaupun sebenarnya apa yang harus saya kerjakan belum paripurna.

Teori tentang skala prioritas telah saya hafal di luar kepala. Termasuk kaidah batu besar dan kerikil didalamnya. Namun yang menjadi kunci keberhasilan pemanfaatan waktu secara optimal adalah konsitensi.

Konsisten untuk membuat skala prioritas, menjabarkan dalam to do list, dan terutama konsisten mematuhinya. Tentu tidak berlaku saklek karena terkadang muncul hal yang tidak penting namun mendesak dan tak terduga. Namun paling tidak ada garis besar gambaran bagaimana seharusnya satu hari terlewati. Minimal, meminimalisir janji yang terlewat karena tidak ingat atau tidak sempat. Atau dalam taraf lebih rendah, paling kurang waktu tidak begitu saja berlalu.

Seringkali saya mendapati diri merugi.
Sebagaimana di ramadhan ini.
Seolah tiba-tiba separuhnya telah berlalu begitu saja. Padahal sekali lagi, Allah tidak mengurangi jatah 24 jam saya.
Ramadhan yang seharusnya menjadi wadah berlomba pahala, menjadi saat terbaik untuk melipatgandakan kebaikan, menjadi waktu paling tepat untuk mengakselerasi diri menuju taqwa, seolah hanya lewat sekejap mata.

Saat ini saya mendapati diri merugi.
Namun saya tak ingin semakin rugi dengan membiarkan diri termangu sekadar merenungi kerugian ini.
Tidak.
Saya ingin bangkit dan mengusahakan, meskipun hanya satu kebaikan.
Sembari mengiba dalam doa senantiasa, semoga Allah berkenan mengizinkan saya bertemu kemuliaan ramadhan berikutnya.

here

1.30.2014

Tentang Jualan

Lagi semangat-semangatnya nih..jadi mohon dimaklumi jika ini aja bahasannya.

Merasakan pengalaman dan euforia baru seputar peran sebagai penjual (yang juga baru berjalan beberapa hitungan). Namun alhamdulillah, dalam rentang masa sependek ini telah mendapat satu dua pelajaran yang cukup berharga.

Ada hal menyenangkan, salah satunya ketika (dengan noraknya)saya memfoto uang hasil penjualan yang pertama. Atau ketika mendapat jawaban ya atas usaha melamar sebagai reseller terpercaya.
Antara deg-degan dan kepedean ketika memilih memilah kira-kira produk mana yang akan diterima.
Merasakan ternyata capek juga ya jeprat jepret barang dagangan (padahal peran saya hanya sebagai asisten pak suami saja, sementara beliau jualah yang mengedit foto dan segala macamnya)
Sampai pada pengalaman menemukan calon customer yang butuh gamis untuk kondangan, belum berjodoh dengan gamis kami dan akhirnya justru berniat meminjam gamis koleksi pribadi saya.(hihihihi)
Lucu, dan seru!
Walaupun terselip juga pelajaran tentang kehati-hatian ekstra ketika mendapati produk sampel yang tak seindah penampakan mayanya.

Belum dua minggu, dan penjual (newbie) ini sudah sok cerita-cerita. Hahaha maafkan ya teman-teman, namanya juga lagi anget-angetnya. Harap dimaklumi saja.

Oiya, jika berkenan, monggo mampir ke rumah belanja manna
Hehehehe


1.19.2014

Jualan apa yaa?

hasil karya misua






Yak, demikianlah isi benak saya akhir-akhir ini. Pengen jualan tapi kebingungan mau jualan apa. Galau pada akhirnya. Hahahaha
Kenapa pengen jualan?
Karena kayaknya menyenangkan. Hehehehe
Selama ini selalu jadi pembeli, pengenlah sekali sekali ngerasain jadi penjualnya. Sebagai langkah awal, insha Allah memulai dari hal yang disukai, yaitu pakaian.
Masih belajar jualan, jadi mari mulai dari melamar sebagai reseller gamis dan jilbab. Dua item fashion favorit. Mencoba memasuki 9 dari 10 pintu rizki.
Semoga berkah, dan barakah.

Mohon doanya yaaaaa

12.12.2013

To Do Today

Perbedaan besar terjadi karena sesuatu yang (nampaknya) kecil.

sebuah buku mungil bertuliskan things to do today






here

Ya.
Saya lebih nyaman mengawali hari ketika saya benar-benar tahu apa yang hendak saya lakukan hari itu.
Sederhana saja, saya akan mencatatnya sebagai sebuah daftar.
Kadang hanya berisi alokasi waktu dan kegiatan tertentu, tak jarang catatan tersebut detail hingga segala benda khusus yang harus saya bawa.

Buku agenda.
Di sanalah saya mencatat segalanya.
kebanyakan rencana harian, daftar belanja hingga ide yang tiba-tiba terlintas di kepala.

Merencanakan esok, meski dalam bentuk yang paling sederhana, yang saya tuangkan dalam buku agenda ternyata berdampak kentara, setidaknya bagi saya.
Saya akan menyambut esok pagi dengan lebih semangat, saya berusaha lebih keras untuk efisien menggunakan waktu seperti rencana, bahkan saya merasa jauh lebih berenergi menjalani hari, sebab saya tahu betul apa saja goal-goal saya hari ini.
Ada kebahagiaan tersendiri yang saya rasakan ketika mencoret satu diantara daftar things to do. Ada perasaan lega sekaligus bangga. Sebab tak jarang perjalanan menuju penyelesaian satu hal ternyata berliku. Ada hal-hal yang seringkali sama sekali tak bisa diprediksi namun kuasa memaksa saya mengubah total rencan. Atau justru sebaliknya, ada hari-hari dimana segalanya berjalan demikian lancar seolah semesta senantiasa membuka jalan.
Bagaimanapun cerita hari itu, perasaan bangga dan lega itu selalu ada, dan membawa kebahagiaan yang nyata.


12.04.2013

Kehamilan Kedua Ini..

   
source

-Alhamdulillah dimudahkan Allah melewati trimester pertama. Muntah mual dapat dihitung dengan sebelah jari. Tidak melewati fase ngidam yang aneh-aneh, alhamdulillah benar-benar dimudahkan. Keluhan terberat ketika Ramadhan, alhamdulillah masih kuat puasa meski sangat sangat membatasi aktivitas. Satu lagi, sempat mengalami fase males makan masakan rumahan, maunya jajaaaaaaaaan melulu.

-Dibandingkan dengan kehamilan sebelumnya, lebih labil secara emosi. Lebih mudah terpancing amarah (hiks), meskipun sangat sangat menyesal sesudahnya, namun belum cukup berhasil mengelola perasaan yang berubah-ubah tak tentu arah.

-Mulai trimester kedua, secara tak terduga dan tiba-tiba, dapur menjadi daerah jajahan. Entah bagaimana penjelasannya, tiba-tiba memasak termasuk ke dalam daftar aktivitas kerumahtanggaan yang dapat ditoleransi, bahkan dinikmati. Semoga anomali rasa ini abadi, begitulah doa pak suami. hihihi

-Berbeda dengan kehamilan pertama yang hari-harinya dipenuhi dengan windows shopping online shop, bolak balik baca review baby's product,hamil kali ini lebih kalem (atau jangan-jangan belum?). Bisa jadi karena euforia "pertama kali punya bayi" tidak ada lagi, atau karena telah belajar dari pengalaman bahwa tidak semua baby's stuff yang lucu itu perlu, atau semata-mata bawaan adek bayi yang hemat cermat dan bersahaja nantinya.




Alhamdulillah, di kehamilan yang hampir memasuki bulan keenam ini, tidak ada keluhan medis yang berarti. Sekadar lebih cepat capek sih perkara lumrah bagi seluruh ibu hamil di dunia.

Doa yang tidak jemu dipanjatkan, semoga kehamilan ini menjadi berkah bagi keluarga kecil kami. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dan kelancaran hingga persalinan dan sesudahnya, dan seterusnya.

Amiin

11.28.2013

hadiah senja

Bunda dan Fayyadh sedang menikmati merah senja kemarin, ketika tiba-tiba fayyadh menghadapkan wajahnya ke bunda, kemudian melafalkan lima ayat pertama Surat AlFatihah.
Tanpa diminta.

Teraduk perasaan bunda saat itu.
Suara lirih dari bibir mungilnya terdengar jauh menghujam ke dalam.


Diantara bongkah haru yang menyeruak, bunda tersentak.

Laki-laki kecil ini,dalam fitrah kebaikan yang dia miliki,akan menjadi seperti apa kelak dewasa nanti.
Laki-laki kecil yang diamanahkan pada kami dalam keadaan suci,yang pasti akan Dia minta kembali,dalam keadaan seperti apa dia akan menjalani hari demi harinya di dunia fana ini?

Kemudian pertanyaan utamanya, sebagai madrasah pertamanya, bekal apa yang telah bunda siapkan?
Agar laki-laki kecil bunda senantiasa dalam jalan kebaikan, jalan para pencari keridhaan.


Senja beringsut pergi, sayup suara adzan terdengar di kejauhan.
Saatnya melangitkan pinta dan doa.


here















Sayang,
mungkin Fayyadh tidak pernah menyadari, betapa banyak hal yang telah Fayyadh ajarkan pada bunda.
Betapa banyak hentakan-hentakan kesadaran yang berawal dari senyuman, permintaan, dan laku tulusmu.
Doakan ayah bunda ya sayang..
agar Allah senantiasa membimbing, menjaga dan memudahkan langkah kami dalam membimbing dan menjagamu.

11.27.2013

Enam bulan

Kembali akan mengakrabi rindu. Sebab mulai tanggal 20 Mei ini, suami dipindahtugaskan ke kantor baru.
Sekali lagi berkarib dengan rindu. Sebab meski hanya tiga jam perjalanan, namun sanggup memaksa pada lima hari kerja dalam keterpisahan.

Akan menjadi ayah pekan-an. Suami minggu-an.

Tentang mutasi, bukan hal asing dalam rumah tangga kami yang baru seumur jagung ini. Secara mental, kemungkinan keterpisahan jarak bukan lagi wacana baru. Namun ketika pengumuman mutasi itu datang, tentu saja tidak hanya logika yang bicara.

Benar, kami telah bersiap. Namun dalam kadar kemanusiaan kami, rasanya sungguh enggan berpindah dari kondisi nyaman kebersamaan.
Benar, bahwa bagi kami ini merupakan panggilan tugas. Tapi kami tidak bisa berpura-pura tuli atas lirih kata hati yang keberatan.

Namun kami tidak ingin menjadi cengeng. Sebab semua ini adalah konsekuensi dari pilihan yang secara sadar kami ambil sendiri. Maka sungguh tidak ksatria jika kemudian enggan menjadi penghalang langkah kaki.
Kami yakin, enggan yang pada mulanya hadir tidak akan kekal. Keikhlasan dan semangat akan terkumpul perlahan. Hingga kami bisa menikmati keterpisahan (kembali) ini dengan bening hati. Tanpa sesal, tanpa kesal, tanpa iri.

Allah ingin kami belajar kembali. Mungkin ada hikmah yang luput kami pungut. Atau tersedia hikmah lain yang kemarin belum Dia hadirkan.

Semoga kepindahan ini membawa kemanfaatan.
Semoga mutasi ayah berlimpah berkah.

Hampir enam bulan yang lalu tulisan diatas dibuat.
Alhamdulillah, atas perkenan ArRahman kami telah mengalami dan mengatasi fase penyesuaian.
Telah mulai menemukan kenyamanan baru dalam ritme pertemuan mingguan.
Mulai lihai memaknai sekejap apapun kebersamaan dengan kebahagiaan yang menghangatkan.

Sungguh tidak ingin menjadi bagian dari yang kurang pintar mensyukuri yang telah dimiliki, meski tentu kami pun masih senantiasa berproses memantaskan diri untuk menjadi bagian dari yang bersikap sebaliknya.
Sebab kami percaya, tidak pernah ada yang keliru dari ketetapanNya.

 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------



untuk beliau yang tidak bosan menanti kereta api datang,
biarkan senin menasihatkan kehilangan,
selasa mengisyaratkan penerimaan, 
rabu memperkenalkan rindu, 
kamis melukiskan indah doa, 
jumat menjawab harap,
lalu sabtu dan minggu melunasi semua,
dalam cinta.


11.13.2013

pengganti kopi pembuka hari

fotonya mam bihun pas masih 14bulan..gak sempet foto pas mam spaghetti tadi pagi







Bunda bahagiaaaaaa
Fayyadh mau sarapan tadi
Bunda bikinin fayyadh spaghetti carbonara
Dan fayyadh doyaaaan
Super happy!
-Laporan bunda ke ayah via whats app pagi ini-



menjadi ibu,
menghujani bunda dengan bertubi-tubi bahagia
ketika segala hal sederhana menghangatkan jiwa

10.29.2013

bahagia, ketika :

dipeluk (!) oleh dua orang tercinta

dapat balasan sms dari suami..
haha murah ya..soalnya saya suka sms di jam kerja juga, dan suami kadang lupa membalasnya

menemukan baju cantik, menunjukkan ke suami,dan beliau acc

liat fayyadh rapi jali siap berangkat sekolah

denger ayah dan anak serempak bilang "makasih,bunda.."abis makan masakan saya (gimanapun rasanya)

disambut anak lanang di teras rumah sepulang kantor

males-malesan bertiga di hari libur (gak jelas deskripsi kegiatannya, kebanyakan sih nonton dan cerita-cerita dan gak ngapa-ngapain)

blogwalking, trus nemu tulisan yang mencerahkan

bisa posting sesuatu (se-gakpenting dan ga mutu apapun itu)

beli baju, lalu tanpa sengaja mendapati bahwa ternyata saya punya bawahan/jilbab yang cocok dipadukan dengan baju baru itu

dibawain oleh-oleh sama suami (meskipun itu sebungkus sate yang dibeli di dekat stasiun)

berhasil mencoret satu daftar dari to do list hari ini

berangkat ke kantor dengan kondisi rumah sudah disapu, sempet masak sarapan dan nyuapin fayyadh, sempet mandiin plus ngedandanin fayyadh sebelum sekolah (dan bukan hanya melakukan satu diantara ketiganya)

denger cerita seru si bocah tentang harinya di sekolah

pulang ngaji




here


*random, dan dapat ditambah sewaktu waktu
















10.28.2013

Jutaan hal sederhana

"bunda nyapu aja"
sambil tersenyum lelaki itu mengangsurkan sapu padaku, lalu berbalik ke wastafel dan mulai mencuci satu demi satu piring, sendok dan toples kotor yang belum sempat kubereskan semalam.
Kamu ingat, di kehamilan kedua ini, bunda selalu merasa kurang nyaman bermain air pagi-pagi.

Sekadar mengangkat kepala, untuk kemudian terjatuh di atas bantal kembali ketika kudengar suara salammu malam itu. Bahkan mencium tanganmu seperti biasa pun aku belum sanggup. Kantuk menjerat hebat. Selama hamil ini, menguap berkali-kali menjadi alarm datangnya pukul sembilan malam bagi bunda,yang sebelumnya hobi begadang. Lalu kamu, hanya tersenyum, membersihkan diri dan mengambil sendiri makan malam yang demikian terlambat, dengan lauk seadanya tanpa dihangatkan lebih dulu.

Setiap percakapan telepon kita, selalu terselip pesan bagi bunda untuk teratur dan banyak makan. Bahkan kamu sempat menghitung berapa kali bunda melewatkan makan malam.




here


Kamu tau sayang,
dalam jutaan hal sederhana yang kamu lakukan
bunda menemukan kehangatan,
dan tentu saja,cinta.

8.23.2013

bukan itu yang menawanku

source




aku tahu,
kamu hanya ingin memudahkan 
menciptakan kenyamanan 
mengkondisikan ketersediaan

namun sungguh, 
aku tidak takut dengan keterbatasan.

sebab hatiku dipenuhi keyakinan 
bahwa takaranNya tak akan pernah keliru.

aku tahu, 
kamu dan aku sejalan beriringan 
berpegangan tangan

kita hanya harus saling memandang
dan bertukar senyuman




8.19.2013

memilikimu

sebab engkau adalah anugerah terindah
maka sungguh tak patut bunda menurutkan lelah
sebab engkau adalah pemberian terbaik
maka selayaknya bunda melakukan hanya yang terbaik
sebab engkau adalah karunia luar biasa
maka segalanya tentangmu selalu tentang cinta

syukur itu hadir dalam lisan
dalam tutur cerita kebaikan
dalam doa di tiap kesempatan
dalam isak diam-diam di penghujung malam
dalam ucap kasih dan sayang

memilikimu,
adalah keajaiban
dan ungkapan cinta Tuhan 




berikan kekuatan, Ya Rahman, agar amanah ini mampu kami tunaikan

7.23.2013

tanyakan pada senja

dunia dipenuhi indah warna, cinta

hanya saja,
wajahmu tak pernah tengadah
pada arakan awan atau senja merah

sudah berapa lama tak lagi kau cumbui hari
dengan luap semangat
juga lengkung senyum berseri

dunia berselimut kemilau, sayang

hanya saja
ragamu terlalu menurutkan lelah
sedang jiwamu tak juga menyudahi dahaga

 


7.22.2013

Kapan ?

Tuhan,
aku ingin mengajakMu berbincang
tentang daftar keinginanku yang amat panjang
namun bisakah sesekali malam Engkau marahi?
karena selimut pekatnya terlalu rapat membungkus lelahku hingga terlampau sulit bagiku menemuiMu
tapi aku masih ingin mengajakMu berbincang,
sebab banyak hal yang ingin kutanyakan
mungkin di waktu siang, sesudah aku kenyang
namun bisakah matahari pongah itu Engkau tegur sesekali?
karena sebelum dia benar-benar tenggelam, rasanya terlalu penuh kepalaku dengan to do list hari ini 
hingga mustahil aku mencuri waktu untuk berlari kepadaMu

tapi, Tuhan
aku sungguh ingin mengajakMu berbincang

namun tentu bukan sekarang
aku masih belum bosan menikmati indahnya dunia

Jadi,
kapan kita berbincang,Tuhan?





mungkin besok, atau lusa
semoga Engkau tak berkeberatan dengan penundaan

sumber

7.04.2013

mengintip malu

malumalumalu           
Melirik post terakhir tanggal 29 April 2013.
Malu.
Dua bulan lebih rumah kedua ini terpinggirkan. Atas nama kesibukan, mentok ide, penyakit malas menahun, juga ketiadaan sarana dan prasarana. Singkatnya, banyak dalih. Hingga tanpa terasa dua bulan berlalu begitu saja.

Padahal sebenarnya banyak hal besar yang terjadi di keluarga kami. Salah satunya adalah peristiwa mutasi.
Agustus tahun lalu, bunda mendapat hadiah ulang tahun berupa SK mutasi pindah mengikuti suami, yang memungkinkan kami merasakan kebersamaan sebuah keluarga.
Mei tahun ini, bunda mendapat hadiah 3th anniversary berupa SK mutasi ayah, yang mengakibatkan kami harus kembali terpisah, dan bertemu seminggu sekali.

Tepat sembilan bulan bunda dimanjakan keadaan. Nampaknya telah tiba waktunya sabar dan kemandirian jilid dua dilahirkan.
Awalnya tentu tidak nyaman, karena bagaimanapun pembiasaan membutuhkan proses dan waktu. Namun saat ini, alhamdulillah bunda dan fayyadh telah mulai menikmati. Mengakrabi jeda hingga hitungan kelima, untuk kemudian melunasi rindu bersama sosok ayah tercinta.

Maaf ya, rumah tercinta..
semoga setelah kebekuan ini hubungan kita menghangat kembali.


4.29.2013

suara teduh


Lafadz takbiratul ihramnya di musalla kantor sore ini, mengingatkan pada sepotong petang yang akan tetap terkenang.

Selepas maghrib di hari pertamamu sebagai suami.
kita kembali ke serambi masjid yang menjadi saksi ikrar pengguncang Arsy.
Kali ini, dalam balutan kemeja coklat bergaris, engkau berdiri di antara riuh canda anak-anak.
Aku menikmati caramu mengajak mereka mengenal Allah.
Suaramu, yang kuhafal dan selalu kukenal, membawakan penggal-penggal kata kebaikan.
Dan anak-anak itu, meski tak mengenalmu, mendengarkan.

Secuil makna teduh hadir.
Hingga seluruh getar dalam hati diam-diam mengiba doa.

Rabbi, tetapkan hatinya pada kebaikan.
Jagalah kami agar terus saling membersamai dalam kebaikan.
Untuk senantiasa memperjuangkan kebaikan.

Ayah,
semoga Allah senantiasa menjagamu. Menjaga azzam kebaikanmu. Menjaga nyala juangmu untuk menjaga kami dari api neraka yang menyala.

sumber

4.23.2013

Sepotong siang


Terik. Peluh berbintik. Ah,aku tak peduli. Bukankah dari dulu begini. Orang kaya berkendara jauh karena memilih restoran yang paling nyaman suasananya dan paling enak makanannya. Orang miskin,berjalan jauh menuju warung yang paling murah dengan porsi terbanyak tentunya.
Untuk lapar kali ini aku menyerah. Kepalaku berat, perut melilit, badan pun lemas setengah mati. Dengan sangat terpaksa kuseret langkah ke warung.

“Mau kemana? Mampir sini, kok cuma lewat aja”

Suara Dinda. Ternyata aku melewati depan kosnya. Aku tak begitu mengenalnya,hanya sebatas nama. Cacing di perutku pun telah tak sabar menunggu. Mudah saja untuk sedikit tersenyum,dan berlalu. Tapi,entah kenapa aku justru menghentikan langkah, menuju asal suara.
Dengan binar wajah dinda menyambutku. Kami berbincang ringan. Tak lama,dia pamit keluar sebentar. Aku menunggu sambil memelototi gambar seorang artis dan koleksi bajunya di televisi.

“Tuhan terlalu berbaik hati padanya,tapi tidak padaku.” Lancang aku menyimpulkan. Mungkin karena lapar.
Dinda kembali tak lama kemudian. Menenteng tas kresek hitam, masih dengan wajah bersinar.

“Aku seneng banget kamu mau mampir. Dan seorang tamu,wajib dijamu ” ucap Dinda riang tanpa beban. 

Disodorkannya sepiring nasi bungkus komplit dengan paha ayam,perkedel dan tempe goreng. Menu yang mungkin hanya kucicipi seminggu sekali. Itupun tidak dengan tiga lauk sekaligus.

“Yuk,makan sama-sama” kata Dinda.

Siang itu, Tuhan mencubitku. Aku lancang mempertanyakan kemurahanNya, kemudian Dia menjawab dengan segera,dalam cara sederhana. Rupiah terakhirku tetap menghuni saku. Dan aku tak hanya mendapat makanan, tetapi juga persahabatan.

“Tuhan Maha Pemurah”, ralatku dalam hati.


source

4.17.2013

dua





segala doa terindah bagimu,sayang

bagi kecintaan pada Rabbmu
bagi kemuliaan akhlakmu
bagi kebaikan dunia akhiratmu
bagi keteguhan juangmu
bagi keberkahan rizkimu
bagi kemanfaatan karenamu
bagi setiap hal baik yang luput bunda sebut

bukan hanya untuk hari ini
sebab
doa terindah bunda untukmu 
abadi


selamat membilang kembali, anakku sayang..
bunda mencintaimu,
selalu