mungkin karena aku terlalu sering menunduk,
dan memandang dunia dari layar mungil di bawah hidungku.
dunia yang bernama maya, yang sering membuatku terpesona.
bagaimana tidak?
kebanyakan isinya adalah indah-indah, dan mudah.
sebagian besar yang kusaksikan adalah deret rupa pesona dunia hingga membuatku terlena.
lalu tak sadar terlintas sesal, kadang iri, juga tak jarang keinginan turut berkompetisi.
Menguap syukur yang pada dasarnya tak seberapa,
seolah segala nikmat yang tak dapat diberitakan pada dunia sama dengan tidak ada.
Senja kali ini,
ketika tak ada pilihan bagiku kecuali menyapukan pandang,
kuangkat wajah,
lalu kutemukan deretan rumah papan sederhana, kebun, sawah, sekaligus peluh petaninya,
ternak kurus yang merumput tanpa penjaga, sebuah sekolah di pinggir jalan tanpa fasilitas layak,
juga tawa lepas anak-anak yg bermain lumpur dan tanah liat.
Aku terhenyak
Itulah dunia sesungguhnya.
Dunia dalam pandangan mata, bukan maya.
Dunia yang menyuguhkan beragam cerita, termasuk duka.
Atas nama kemanusiaan, juga nurani, sungguh malu hati.
Sebab duka itu tak seharusnya dimiliki sendiri.
Betapa telah lama aku tertipu.
aku tertipu,oleh dunia di bawah hidungku
dunia di bawah hidungku
On Budget
Apa pertimbangan teman-teman ketika memutuskan untuk membeli tas?
Kalau saya, yang pertama adalah tas itu harus mampu memanjakan mata saya.
Pokoknya harus cantik! (versi saya tentunya, disesuaikan dengan selera pribadi yang asli). Cantik disini bisa karena warnanya, motif uniknya, model elegannya atau kombinasi ketiganya.
Barulah jika mata berbinar menginginkan, saya mulai membayangkan bisa dipake kemana saja dan kapan saja tas tersebut. Saya lebih suka 1 tas multifungsi yang bisa diabuse kesana kemari tiap hari, daripada tiap kesempatan gonta ganti.
Alasan pertama karena ribet memindahkan bawaan didalamnya.
Yang kedua, karena nanti bisa dipelototin suami kalo bolak balik beli.
Hahahaha
Selanjutnya, tentu saja harus memperhatikan kemampuan. Ihik.
Apakah pundi-pundi celengan saya cukup untuk menebusnya. Nah bagian inilah yang paling tricky.
Kadang, saya merasa amat sayang untuk meninggalkan sebuah pilihan ketika telah terlanjur jatuh cinta. Rasanya belum afdhol jika belum mencoba segala cara (termasuk merayu pak suami) untuk mendukung secara finansial upaya saya mendapatkan tas idaman.
Meski tatap tidak setuju pak suami tetap ampuh membuat saya patuh menjauh, namun rasanya belum lega jika belum mencoba sejauh saya bisa. Hahahaha
Di poin budget inilah biasanya saya kalah.
| here |
Sepertinya saya harus berputar haluan.
Pencarian dimulai dengan patokan anggaran yang telah disediakan. Sehingga perburuan tas ini berlangsung lebih aman bagi saldo tabungan.
Membatasi pilihan mata pada tas yang harganya sesuai dengan budget yang direncanakan. Memilih yang tercantik diantaranya, kemudian bersyukur atas kemurahan rizki dariNya.
Jadi pak suami, berapa karung duit untuk beli tas bunda niiiiiiiiiiiiiih?
Meskipun hanya satu kebaikan
Seringkali saya mendapati diri merugi.
Pekerjaan tetap menumpuk, to do list semakin panjang, beberapa hal terlewat diingat atau dilakukan, padahal Allah tidak mengurangi jatah 24 jam saya.
Saya yang terlena.
Berlama-lama melakukan hal yang saya suka, permisif pada keinginan diri untuk menunda, merasa berhak untuk mengambil jeda walaupun sebenarnya apa yang harus saya kerjakan belum paripurna.
Teori tentang skala prioritas telah saya hafal di luar kepala. Termasuk kaidah batu besar dan kerikil didalamnya. Namun yang menjadi kunci keberhasilan pemanfaatan waktu secara optimal adalah konsitensi.
Konsisten untuk membuat skala prioritas, menjabarkan dalam to do list, dan terutama konsisten mematuhinya. Tentu tidak berlaku saklek karena terkadang muncul hal yang tidak penting namun mendesak dan tak terduga. Namun paling tidak ada garis besar gambaran bagaimana seharusnya satu hari terlewati. Minimal, meminimalisir janji yang terlewat karena tidak ingat atau tidak sempat. Atau dalam taraf lebih rendah, paling kurang waktu tidak begitu saja berlalu.
Seringkali saya mendapati diri merugi.
Sebagaimana di ramadhan ini.
Seolah tiba-tiba separuhnya telah berlalu begitu saja. Padahal sekali lagi, Allah tidak mengurangi jatah 24 jam saya.
Ramadhan yang seharusnya menjadi wadah berlomba pahala, menjadi saat terbaik untuk melipatgandakan kebaikan, menjadi waktu paling tepat untuk mengakselerasi diri menuju taqwa, seolah hanya lewat sekejap mata.
Saat ini saya mendapati diri merugi.
Namun saya tak ingin semakin rugi dengan membiarkan diri termangu sekadar merenungi kerugian ini.
Tidak.
Saya ingin bangkit dan mengusahakan, meskipun hanya satu kebaikan.
Sembari mengiba dalam doa senantiasa, semoga Allah berkenan mengizinkan saya bertemu kemuliaan ramadhan berikutnya.
![]() |
| here |
Tentang Jualan
Lagi semangat-semangatnya nih..jadi mohon dimaklumi jika ini aja bahasannya.
Merasakan pengalaman dan euforia baru seputar peran sebagai penjual (yang juga baru berjalan beberapa hitungan). Namun alhamdulillah, dalam rentang masa sependek ini telah mendapat satu dua pelajaran yang cukup berharga.
Ada hal menyenangkan, salah satunya ketika (dengan noraknya)saya memfoto uang hasil penjualan yang pertama. Atau ketika mendapat jawaban ya atas usaha melamar sebagai reseller terpercaya.
Antara deg-degan dan kepedean ketika memilih memilah kira-kira produk mana yang akan diterima.
Merasakan ternyata capek juga ya jeprat jepret barang dagangan (padahal peran saya hanya sebagai asisten pak suami saja, sementara beliau jualah yang mengedit foto dan segala macamnya)
Sampai pada pengalaman menemukan calon customer yang butuh gamis untuk kondangan, belum berjodoh dengan gamis kami dan akhirnya justru berniat meminjam gamis koleksi pribadi saya.(hihihihi)
Lucu, dan seru!
Walaupun terselip juga pelajaran tentang kehati-hatian ekstra ketika mendapati produk sampel yang tak seindah penampakan mayanya.
Belum dua minggu, dan penjual (newbie) ini sudah sok cerita-cerita. Hahaha maafkan ya teman-teman, namanya juga lagi anget-angetnya. Harap dimaklumi saja.
Oiya, jika berkenan, monggo mampir ke rumah belanja manna
Hehehehe
Jualan apa yaa?
![]() | |||||||
| hasil karya misua |
Kenapa pengen jualan?
Karena kayaknya menyenangkan. Hehehehe
Selama ini selalu jadi pembeli, pengenlah sekali sekali ngerasain jadi penjualnya. Sebagai langkah awal, insha Allah memulai dari hal yang disukai, yaitu pakaian.
Masih belajar jualan, jadi mari mulai dari melamar sebagai reseller gamis dan jilbab. Dua item fashion favorit. Mencoba memasuki 9 dari 10 pintu rizki.
Semoga berkah, dan barakah.
Mohon doanya yaaaaa
To Do Today
Perbedaan besar terjadi karena sesuatu yang (nampaknya) kecil.
sebuah buku mungil bertuliskan things to do today
| here |
Ya.
Saya lebih nyaman mengawali hari ketika saya benar-benar tahu apa yang hendak saya lakukan hari itu.
Sederhana saja, saya akan mencatatnya sebagai sebuah daftar.
Kadang hanya berisi alokasi waktu dan kegiatan tertentu, tak jarang catatan tersebut detail hingga segala benda khusus yang harus saya bawa.
Buku agenda.
Di sanalah saya mencatat segalanya.
kebanyakan rencana harian, daftar belanja hingga ide yang tiba-tiba terlintas di kepala.
Merencanakan esok, meski dalam bentuk yang paling sederhana, yang saya tuangkan dalam buku agenda ternyata berdampak kentara, setidaknya bagi saya.
Saya akan menyambut esok pagi dengan lebih semangat, saya berusaha lebih keras untuk efisien menggunakan waktu seperti rencana, bahkan saya merasa jauh lebih berenergi menjalani hari, sebab saya tahu betul apa saja goal-goal saya hari ini.
Ada kebahagiaan tersendiri yang saya rasakan ketika mencoret satu diantara daftar things to do. Ada perasaan lega sekaligus bangga. Sebab tak jarang perjalanan menuju penyelesaian satu hal ternyata berliku. Ada hal-hal yang seringkali sama sekali tak bisa diprediksi namun kuasa memaksa saya mengubah total rencan. Atau justru sebaliknya, ada hari-hari dimana segalanya berjalan demikian lancar seolah semesta senantiasa membuka jalan.
Bagaimanapun cerita hari itu, perasaan bangga dan lega itu selalu ada, dan membawa kebahagiaan yang nyata.
Kehamilan Kedua Ini..
| ||
| source |
-Alhamdulillah dimudahkan Allah melewati trimester pertama. Muntah mual dapat dihitung dengan sebelah jari. Tidak melewati fase ngidam yang aneh-aneh, alhamdulillah benar-benar dimudahkan. Keluhan terberat ketika Ramadhan, alhamdulillah masih kuat puasa meski sangat sangat membatasi aktivitas. Satu lagi, sempat mengalami fase males makan masakan rumahan, maunya jajaaaaaaaaan melulu.
-Dibandingkan dengan kehamilan sebelumnya, lebih labil secara emosi. Lebih mudah terpancing amarah (hiks), meskipun sangat sangat menyesal sesudahnya, namun belum cukup berhasil mengelola perasaan yang berubah-ubah tak tentu arah.
-Mulai trimester kedua, secara tak terduga dan tiba-tiba, dapur menjadi daerah jajahan. Entah bagaimana penjelasannya, tiba-tiba memasak termasuk ke dalam daftar aktivitas kerumahtanggaan yang dapat ditoleransi, bahkan dinikmati. Semoga anomali rasa ini abadi, begitulah doa pak suami. hihihi
-Berbeda dengan kehamilan pertama yang hari-harinya dipenuhi dengan windows shopping online shop, bolak balik baca review baby's product,hamil kali ini lebih kalem (atau jangan-jangan belum?). Bisa jadi karena euforia "pertama kali punya bayi" tidak ada lagi, atau karena telah belajar dari pengalaman bahwa tidak semua baby's stuff yang lucu itu perlu, atau semata-mata bawaan adek bayi yang hemat cermat dan bersahaja nantinya.
Alhamdulillah, di kehamilan yang hampir memasuki bulan keenam ini, tidak ada keluhan medis yang berarti. Sekadar lebih cepat capek sih perkara lumrah bagi seluruh ibu hamil di dunia.
Doa yang tidak jemu dipanjatkan, semoga kehamilan ini menjadi berkah bagi keluarga kecil kami. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dan kelancaran hingga persalinan dan sesudahnya, dan seterusnya.
Amiin
hadiah senja
Bunda dan Fayyadh sedang menikmati merah senja kemarin, ketika tiba-tiba fayyadh menghadapkan wajahnya ke bunda, kemudian melafalkan lima ayat pertama Surat AlFatihah.
Tanpa diminta.
Teraduk perasaan bunda saat itu.
Suara lirih dari bibir mungilnya terdengar jauh menghujam ke dalam.
Diantara bongkah haru yang menyeruak, bunda tersentak.
Laki-laki kecil ini,dalam fitrah kebaikan yang dia miliki,akan menjadi seperti apa kelak dewasa nanti.
Laki-laki kecil yang diamanahkan pada kami dalam keadaan suci,yang pasti akan Dia minta kembali,dalam keadaan seperti apa dia akan menjalani hari demi harinya di dunia fana ini?
Kemudian pertanyaan utamanya, sebagai madrasah pertamanya, bekal apa yang telah bunda siapkan?
Agar laki-laki kecil bunda senantiasa dalam jalan kebaikan, jalan para pencari keridhaan.
Senja beringsut pergi, sayup suara adzan terdengar di kejauhan.
Saatnya melangitkan pinta dan doa.
![]() | |||||||||||
| here |
Sayang,
mungkin Fayyadh tidak pernah menyadari, betapa banyak hal yang telah Fayyadh ajarkan pada bunda.
Betapa banyak hentakan-hentakan kesadaran yang berawal dari senyuman, permintaan, dan laku tulusmu.
Doakan ayah bunda ya sayang..
agar Allah senantiasa membimbing, menjaga dan memudahkan langkah kami dalam membimbing dan menjagamu.
Enam bulan
Kembali akan mengakrabi rindu. Sebab mulai tanggal 20 Mei ini, suami dipindahtugaskan ke kantor baru.
Sekali lagi berkarib dengan rindu. Sebab meski hanya tiga jam perjalanan, namun sanggup memaksa pada lima hari kerja dalam keterpisahan.
Akan menjadi ayah pekan-an. Suami minggu-an.
Tentang mutasi, bukan hal asing dalam rumah tangga kami yang baru seumur jagung ini. Secara mental, kemungkinan keterpisahan jarak bukan lagi wacana baru. Namun ketika pengumuman mutasi itu datang, tentu saja tidak hanya logika yang bicara.
Benar, kami telah bersiap. Namun dalam kadar kemanusiaan kami, rasanya sungguh enggan berpindah dari kondisi nyaman kebersamaan.
Benar, bahwa bagi kami ini merupakan panggilan tugas. Tapi kami tidak bisa berpura-pura tuli atas lirih kata hati yang keberatan.
Namun kami tidak ingin menjadi cengeng. Sebab semua ini adalah konsekuensi dari pilihan yang secara sadar kami ambil sendiri. Maka sungguh tidak ksatria jika kemudian enggan menjadi penghalang langkah kaki.
Kami yakin, enggan yang pada mulanya hadir tidak akan kekal. Keikhlasan dan semangat akan terkumpul perlahan. Hingga kami bisa menikmati keterpisahan (kembali) ini dengan bening hati. Tanpa sesal, tanpa kesal, tanpa iri.
Allah ingin kami belajar kembali. Mungkin ada hikmah yang luput kami pungut. Atau tersedia hikmah lain yang kemarin belum Dia hadirkan.
Semoga kepindahan ini membawa kemanfaatan.
Semoga mutasi ayah berlimpah berkah.
Hampir enam bulan yang lalu tulisan diatas dibuat.
Alhamdulillah, atas perkenan ArRahman kami telah mengalami dan mengatasi fase penyesuaian.
Telah mulai menemukan kenyamanan baru dalam ritme pertemuan mingguan.
Mulai lihai memaknai sekejap apapun kebersamaan dengan kebahagiaan yang menghangatkan.
Sungguh tidak ingin menjadi bagian dari yang kurang pintar mensyukuri yang telah dimiliki, meski tentu kami pun masih senantiasa berproses memantaskan diri untuk menjadi bagian dari yang bersikap sebaliknya.
Sebab kami percaya, tidak pernah ada yang keliru dari ketetapanNya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
pengganti kopi pembuka hari
| fotonya mam bihun pas masih 14bulan..gak sempet foto pas mam spaghetti tadi pagi |
Bunda bahagiaaaaaa
Fayyadh mau sarapan tadi
Bunda bikinin fayyadh spaghetti carbonara
Dan fayyadh doyaaaan
Super happy!
-Laporan bunda ke ayah via whats app pagi ini-
bahagia, ketika :
haha murah ya..soalnya saya suka sms di jam kerja juga, dan suami kadang lupa membalasnya
menemukan baju cantik, menunjukkan ke suami,dan beliau acc
liat fayyadh rapi jali siap berangkat sekolah
denger ayah dan anak serempak bilang "makasih,bunda.."abis makan masakan saya (gimanapun rasanya)
disambut anak lanang di teras rumah sepulang kantor
males-malesan bertiga di hari libur (gak jelas deskripsi kegiatannya, kebanyakan sih nonton dan cerita-cerita dan gak ngapa-ngapain)
blogwalking, trus nemu tulisan yang mencerahkan
bisa posting sesuatu (se-gakpenting dan ga mutu apapun itu)
beli baju, lalu tanpa sengaja mendapati bahwa ternyata saya punya bawahan/jilbab yang cocok dipadukan dengan baju baru itu
dibawain oleh-oleh sama suami (meskipun itu sebungkus sate yang dibeli di dekat stasiun)
berhasil mencoret satu daftar dari to do list hari ini
berangkat ke kantor dengan kondisi rumah sudah disapu, sempet masak sarapan dan nyuapin fayyadh, sempet mandiin plus ngedandanin fayyadh sebelum sekolah (dan bukan hanya melakukan satu diantara ketiganya)
denger cerita seru si bocah tentang harinya di sekolah
pulang ngaji
![]() |
| here |
*random, dan dapat ditambah sewaktu waktu
Jutaan hal sederhana
"bunda nyapu aja"
sambil tersenyum lelaki itu mengangsurkan sapu padaku, lalu berbalik ke wastafel dan mulai mencuci satu demi satu piring, sendok dan toples kotor yang belum sempat kubereskan semalam.
Kamu ingat, di kehamilan kedua ini, bunda selalu merasa kurang nyaman bermain air pagi-pagi.
Sekadar mengangkat kepala, untuk kemudian terjatuh di atas bantal kembali ketika kudengar suara salammu malam itu. Bahkan mencium tanganmu seperti biasa pun aku belum sanggup. Kantuk menjerat hebat. Selama hamil ini, menguap berkali-kali menjadi alarm datangnya pukul sembilan malam bagi bunda,yang sebelumnya hobi begadang. Lalu kamu, hanya tersenyum, membersihkan diri dan mengambil sendiri makan malam yang demikian terlambat, dengan lauk seadanya tanpa dihangatkan lebih dulu.
Setiap percakapan telepon kita, selalu terselip pesan bagi bunda untuk teratur dan banyak makan. Bahkan kamu sempat menghitung berapa kali bunda melewatkan makan malam.
![]() |
| here |
Kamu tau sayang,
dalam jutaan hal sederhana yang kamu lakukan
bunda menemukan kehangatan,
dan tentu saja,cinta.
bukan itu yang menawanku
| source |
namun sungguh,
sebab hatiku dipenuhi keyakinan
aku tahu,
memilikimu
| berikan kekuatan, Ya Rahman, agar amanah ini mampu kami tunaikan |
tanyakan pada senja
Kapan ?
Tuhan,
aku ingin mengajakMu berbincang
tentang daftar keinginanku yang amat panjang
namun bisakah sesekali malam Engkau marahi?
karena selimut pekatnya terlalu rapat membungkus lelahku hingga terlampau sulit bagiku menemuiMu
tapi aku masih ingin mengajakMu berbincang,
sebab banyak hal yang ingin kutanyakan
mungkin di waktu siang, sesudah aku kenyang
namun bisakah matahari pongah itu Engkau tegur sesekali?
karena sebelum dia benar-benar tenggelam, rasanya terlalu penuh kepalaku dengan to do list hari ini
hingga mustahil aku mencuri waktu untuk berlari kepadaMu
tapi, Tuhan
aku sungguh ingin mengajakMu berbincang
namun tentu bukan sekarang
aku masih belum bosan menikmati indahnya dunia
Jadi,
kapan kita berbincang,Tuhan?
mungkin besok, atau lusa
semoga Engkau tak berkeberatan dengan penundaan
| sumber |
mengintip malu
![]() | |||||||||||
| malumalumalu |
Malu.
Dua bulan lebih rumah kedua ini terpinggirkan. Atas nama kesibukan, mentok ide, penyakit malas menahun, juga ketiadaan sarana dan prasarana. Singkatnya, banyak dalih. Hingga tanpa terasa dua bulan berlalu begitu saja.
Padahal sebenarnya banyak hal besar yang terjadi di keluarga kami. Salah satunya adalah peristiwa mutasi.
Agustus tahun lalu, bunda mendapat hadiah ulang tahun berupa SK mutasi pindah mengikuti suami, yang memungkinkan kami merasakan kebersamaan sebuah keluarga.
Mei tahun ini, bunda mendapat hadiah 3th anniversary berupa SK mutasi ayah, yang mengakibatkan kami harus kembali terpisah, dan bertemu seminggu sekali.
Tepat sembilan bulan bunda dimanjakan keadaan. Nampaknya telah tiba waktunya sabar dan kemandirian jilid dua dilahirkan.
Awalnya tentu tidak nyaman, karena bagaimanapun pembiasaan membutuhkan proses dan waktu. Namun saat ini, alhamdulillah bunda dan fayyadh telah mulai menikmati. Mengakrabi jeda hingga hitungan kelima, untuk kemudian melunasi rindu bersama sosok ayah tercinta.
Maaf ya, rumah tercinta..
semoga setelah kebekuan ini hubungan kita menghangat kembali.
suara teduh
Lafadz takbiratul ihramnya di musalla kantor sore ini, mengingatkan pada sepotong petang yang akan tetap terkenang.
Selepas maghrib di hari pertamamu sebagai suami.
kita kembali ke serambi masjid yang menjadi saksi ikrar pengguncang Arsy.
Kali ini, dalam balutan kemeja coklat bergaris, engkau berdiri di antara riuh canda anak-anak.
Aku menikmati caramu mengajak mereka mengenal Allah.
Suaramu, yang kuhafal dan selalu kukenal, membawakan penggal-penggal kata kebaikan.
Dan anak-anak itu, meski tak mengenalmu, mendengarkan.
Secuil makna teduh hadir.
Hingga seluruh getar dalam hati diam-diam mengiba doa.
Rabbi, tetapkan hatinya pada kebaikan.
Jagalah kami agar terus saling membersamai dalam kebaikan.
Untuk senantiasa memperjuangkan kebaikan.
Ayah,
semoga Allah senantiasa menjagamu. Menjaga azzam kebaikanmu. Menjaga nyala juangmu untuk menjaga kami dari api neraka yang menyala.
| sumber |
Sepotong siang
![]() |
| source |
dua








