![]() | |||||||||||
malumalumalu |
Malu.
Dua bulan lebih rumah kedua ini terpinggirkan. Atas nama kesibukan, mentok ide, penyakit malas menahun, juga ketiadaan sarana dan prasarana. Singkatnya, banyak dalih. Hingga tanpa terasa dua bulan berlalu begitu saja.
Padahal sebenarnya banyak hal besar yang terjadi di keluarga kami. Salah satunya adalah peristiwa mutasi.
Agustus tahun lalu, bunda mendapat hadiah ulang tahun berupa SK mutasi pindah mengikuti suami, yang memungkinkan kami merasakan kebersamaan sebuah keluarga.
Mei tahun ini, bunda mendapat hadiah 3th anniversary berupa SK mutasi ayah, yang mengakibatkan kami harus kembali terpisah, dan bertemu seminggu sekali.
Tepat sembilan bulan bunda dimanjakan keadaan. Nampaknya telah tiba waktunya sabar dan kemandirian jilid dua dilahirkan.
Awalnya tentu tidak nyaman, karena bagaimanapun pembiasaan membutuhkan proses dan waktu. Namun saat ini, alhamdulillah bunda dan fayyadh telah mulai menikmati. Mengakrabi jeda hingga hitungan kelima, untuk kemudian melunasi rindu bersama sosok ayah tercinta.
Maaf ya, rumah tercinta..
semoga setelah kebekuan ini hubungan kita menghangat kembali.
eh, ayahnya fayyadh mutasi mb? kemana?
ReplyDeletekangen ih..
mutasi, ke kisaran, kurang lebih 2-3 jam perjalanan kereta api.
Deletekangen jugaaaaaa..
apa kabar ponakanku sayang?
Semoga selalu diberi kekuatan dan kesehatan...
ReplyDeleteSemoga susatu saat nt kalian berkumpul terus, tanpa terpisah jarak lagi..
Tetep semangat Yaaaa.. ^^
Amiin..
ReplyDeleteMakasih banyak doanya,bunda dzaky..
Insya Allah tetep semangat..
Ayuu.. kangen puitismu hehe..
ReplyDeleteAyo nulis lagiii
ReplyDeleteKirain mba ayu kemana, ternyata lagi nyiapin kemandirian jilid II, semangat bunda dan bang Fayyadh,
ReplyDeletePeluk jauh ~