7.05.2012

maafkan bunda, sayang


membuatmu menangis hari ini
bukan karenamu, tentu
sejenak, bunda kehilangan Kelapangan hati

Maafkan bunda, sayang
tak kuasa menjadi dewasa
luput mengenali ketahanan diri
gagal mengendalikan perasaan



Maafkan bunda, mata gemintang

Semoga senyummu akan tetap menjadi sambutan bunda pulang






mari bersulang ^^

Iseng pengen ngelist minuman favoritnya fayyadh

1. Sari jeruk

Maksud bunda, jeruk diperas diambil airnya, lalu diminum. Ini adalah minuman terfavorit fayyadh. Konsisten sejak berusia 8 bulan sampai sekarang. Mulai dikenalkan ketika fayyadh mogok minum ASIP sementara bunda harus bekerja. Alhamdulillah bunda masih bisa pulang setiap jam istirahat, namun untuk pengganti ASIP selama ditinggal dari jam 07.30-12.00 dan 14.00-17.00 bunda terpaksa memberikan sari jeruk ini. Dan keterusan sampai sekarang.

2. Jus

Paling doyan wortel. Memang paling juara si wortel ini, dijus, jadi bagian sup, bahkan digigit gigit langsung setelah dicuci dan dikupas.

3. Smoothie

Kalo yang ini hampir semua buah fayyadh suka. Tapi sampai saat ini, jawaranya adalah mangga.

4. Yoghurt

Awal mula dikenalkan pada yoghurt, fayyadh sempat ogah ogahan. Namun bunda keukeuh mencoba berbagai merk hingga menemukan yoghurt plain yang sesuai selera fayyadh. Alhamdulillah ketemu biokul.Sekarang setengah cup kecil yoghurt fayyadh habiskan dalam sekali duduk.

5. Susu

Sejak setahun lebih sedikit, bunda udah gak sabar mau ngenalin UHT ke Fayyadh. Namun gayung tak bersambut, antusiasme bunda terbentur fakta bahwa fayyadh bernasib sama seperti emaknya, kurang suka susu.
Awalnya bunda uji coba segala merk dan rasa yang ada di hypermart. Dimulai dari yang plain, merk greenfield, ultra, satu dua seruput masih mau, tapi sesudahnya, ditinggal begitu saja. Dengan asas trial and error, bunda memberanikan diri mengenalkan UHT dengan berbagai rasa, mulai coklat,strawberry, cheese. Hasilnya sama, hanya satu dua seruput dan kemudian ditinggalkan. Alhamdulillah, bunda menemukan greenfield pausterisasi. Untuk yang satu ini fayyadh cukup banyak meminumnya. meskipun ukuran banyak bagi fayyadh mungkin termasuk sangat sedikit bagi anak sepantarannya, sekali minum, kurang lebih 75ml, dalam sehari paling banter 3kali minum susu. Bagi bunda itu sudah cukup menentramkan.

7.03.2012

Tiga Kesadaran

Kamis itu (28/6) saya kembali menjadi sang penangkap cahaya bersenjata kamera. Sepanjang acara pelatihan menulis, pandangan saya lebih banyak liar menyisir momen yang apik untuk dilukis dengan cahaya. Mata terus membidik, tapi telinga saya buka lebar-lebar. Sayang rasanya melewatkan suguhan duo pembicara hebat, Imazahra dan Gol A Gong. Saya juga ingin paham, sedikit pun boleh.

Dari berjam-jam sesi di pelatihan menulis itu, setidaknya saya menangkap tiga sampaian yang mengelitik. Semoga dengan dituliskan dan diceritakan makin melekat kuat-kuat. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya, begitu kata orang-orang. Meski saya bukan tipikal orang yang suka mencatat, biar deh sekali ini jadi anomali, haha.

Pertama. "Saya pernah lihat satu anak kecil pemulung plastik bekas. Selidik punya selidik, ia melakukannya untuk melanjutkan sekolah. Saya buat satu novel terinspirasi dari kisah anak pemulung ini. Dengan royalti dari novel itu saya biayai sekolahnya." Mas Gong berkisah. "Itulah da'wah bil qalam." simpulnya. Saya mendadak tercenung. Kemudian ada satu kesadaran terlintas cepat di benak saya: dakwah itu kebermanfaatan. Selalu ada manfaat yang dicita-citakan, karenanya dakwah diupayakan. Maka dari setiap detil pernak-pernik usaha dalam dakwah yang saya (niat) lakukan, apa sudah ada manusia-manusia yang makin baik kualitas hidupnya? Satu hal lagi untuk direnungkan.

Kedua. "Banyak hal membutuhkan kemampuan menulis." kata Mbak Ima. Saya senyum-senyum sendiri di tempat. Ya iyalah di tempat, ngapain sambil lari-lari. Memori tentang satu mimpi itu kembali. Seperti kejadian dramatis di film-film, saya yang sedang lupa ingatan terbentur keras di bagian kepala dilabrak perkataan Mbak Ima dan tiba-tiba: Hei! Saya sudah ingat semuanya!. Haha, pemicu yang tepat. Dulu, karena tidak mahir urusan tulis-menulis, saya pernah mempetieskan satu mimpi. Usai acara pelatihan menulis, mimpi itu kini perlahan menghangat. Terima kasih Mbak Ima.

Ketiga. Riset, kata Mas Gong, sangat penting dalam tahap pra menulis. Saya langsung angguk-angguk setuju. Zaman ngampus, saya pernah riset kecil-kecilan untuk cipta cerita. Dan hasil riset itu memberi otak saya detil data dan informasi, benar-benar membuka wawasan. Saya menjadi lebih siap untuk menulis dibanding sebelum melakukan riset. Saya simpan dulu cerita tentang ini untuk tulisan lain, hehe.

Kamis itu, selain lukisan cahaya yang tersimpan dalam bit-bit di memori kamera, saya membawa pulang tiga kesadaran yang mencerahkan. Yang hari ini sudah saya ceritakan kepada kalian, dan di hari lain saya pastikan kalian akan melihat progresnya. InsyaAllah.

Semoga bermanfaat.

---------------------
ditulis dalam rangka PR dari Mbak Ima di salah grup belajar menulis di facebook.